Sabtu, 24 September 2011

Pemimpin yang baik

Masyarakat Jawa menyebutnya ajaran moral dengan istilah pepali,unggah ungguh, suba sita, sopan santun, budi pekerti, wulang wuruk, pranatan, pituduh, pitutur, wejangan, wulanghan, wursita, wewarah, wedharan, duga prayoga, wewaler,  lan pitungkas.                                                                                     Iki ungkapan tradisional kang apik : becik ketitik ala ketara, titenana wong cidra mangsa langgenga lan sura dira jayaningrat lebur dening pangastuti. Pemimpin yang baik selalu mengandalkan konsep kearifan lokal. Tekun sabar mampu memadu agar gambaran hati menjadi cerah. Banyak yang mengaku bahwa dirinya paling baik, padahal belum mengenal rasa, rasa nan sejati, rasa sumbernya rasa, carilah agar sempurna bagi hidupmu jua.           Petuah yang benar itu sungguh pantas ditiru, walaupun datangnya dari seorang sudra sengsara kalau mengajarnya baik, itu pantas engkau pakai. Jangan kau pakai ungkapan ini : Adigang , adigung  lan adiguna
(diambil dari Etika Jawa  anggitane Ibu Dra. Wiwien Widyawati R, MA.)

0 komentar:

Poskan Komentar